ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Friday, May 20, 2011

Berdoa

Rubrik PIA
Berdoa
"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!"(Rom 12:12)
cerita
Alkisah di sebuah daerah yang terkenal sibuk orangnya, datanglah seorang kakek tua. Kakek itu merasa heran dengan daerah itu, orang lalu lalang tanpa ada satu orangpun yang menyapa dia. Hingga akhirnya sang kakek mencoba mendatangi satu rumah yang kebetulan masih ada orang untuk minta air putih. Ketika sang kakek diberi air minum, tidak lupa sang kakek berdoa. Perilaku kakek yang berdoa itu membikin keluarga yang memberi air sang kakek merasa terheran. Setelah meminum air dan mengucapkan terima kasih si kakek bertanya :"Apakah kalian sering berdoa dan melakukan doa bersama?" "Maaf, kek" jawab sang kepala keluarga, "kami tidak punya waktu untuk itu" Kakek itu bertanya lagi,"Seandainya kalian tahu bahwa esok hari tidak ada air minum sama sekali buat diminum, apakah kalian juga tidak akan berdoa bersama memohon adanya air minum?" "Oh tentu kami akan berdoa, " jawab sang ayah. Tanya si kakek berlanjut,"Seandainya kamu tahu bahwa ketika kamu tidak berdoa bersama, salah satu anakmu akan terluka dalam kecelakaan, apakah kamu tidak akan berdoa bersama?" "Tentu kami akan berdoa," jawab sang ibu. Seandainya setiap hari kamu lupa berdoa, dan kamu dihukum bayar satu juta rupiah, apakah kamu akan berdoa?" tentu kek, kami akan berdoa bersama. Tapi maaf apa maksud pertanyaan-pertanyaan tadi?" bapak itu balik bertanya. "Begini pak, saya pikir masalah keluarga anda buka soal waktu, buktinya anda selalu punya waktu untuk berdoa. Masalahnya anda tidak menganggap doa keluarga itu penting, sepenting membayar denda senilai satu juta rupiah tadi atau menjaga agar anak-anak dalam keadaan selamat.
Adik-adik hayo siapa yang tiap hari selalu ada doa bersama dengn keluarga, selalu menyediakan waktu rutin buat doa pagi atau doa malam? Doa seharusnya menjadi kunci pembuka di pagi hari dan gembok pelindung di malam hari. Doa memberi kekuatan kepada orang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya, dan memberi keberanian kepada orang yang takut. Disaat gembira, doa itu akan melipagandakan kegembiraan kita, dan disaat kita sedih doa dapat memberi penghiburan kepada kita. Bila akhir-akhir ini kita tidak atau jarang berdoa, sekaranglah waktunya untuk memulai berbenah kembali. ayo selamat berdoa...
-si gal-

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti