ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Friday, May 20, 2011

mencari-cari kesalahan

Mencari-cari kesalahan
Ayat emas Matius 7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui ?
Cerita
Selembar Kertas Putih
Ada seorang anak yang sukanya mencari-cari kesalahan orang lain. Dia tidak mau disalahkan, maunya dia yang paling benar sendiri.
Dengan cekatan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orangtuanya. "Aku jatuh karena Ayah meletakkan ember di sembarang tempat," kata anak tersebut, kepada ayahnya saat ia terjatuh di kamar mandi. Kejadian lainnya ketika lantai rumahnya sedang di pel, anak tersebut terjatuh gara-gara terpeleset lantai yang masih licin, dengan cekatan pula si anak memarahi ayahnya yang lagi mengepel lantai.
Pada suatu hari, anak itu berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya. "Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu !" Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak itu. Melihat binatangkecil yang begitu banyak, anak itu lari terbirit-birit. Lebah-lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu ...dua ...tiga, lebah-lebah menghajar dengan sengatan. "Aduh .....tolong ..... !" Byur !! Anak itu menceburkan dirinya ke sungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak itu yang kesakitan.
"Mengapa Ayah tidak menolongku ? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah !" Ayahnya diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih.
"Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini? Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya," jawab anak itu. Kemudian, ayahnya mentoreh di kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.
"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini?
Ada gambar titik hitam di kertas putih itu !
Anakku, mengapa kamu hanya rmelihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah ! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah lakukan padamu."
Ayahnya berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.
Adik-adik, mari kita belajar mengoreksi diri sendiri sebelum kita menyalahkan orang lain. Jangan hanya melihat sisi buruk suatu masalah, kejadian atau orang-orang yang mungkin tidak berkenan di hati kita, tetapi kita perlu juga melihat sisi baiknya. Sangat banyak dan mungkin tak terhitung perbuatan baik yang telah dilakukan oleh ayah,ibu,kakak,adik,serta teman dan saudara kita terhadap kita. Jangan sampai gara-gara kesalahan kita, atau kelalain kecil mereka, kita langsung marah-marah dan langsung membenci mereka.

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti