ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Sunday, May 22, 2011

Paskahan PIA se-kevikepan DIY 2011 Bersama Uskup Agung Semarang

Menjadi matahari-matahari kecil bagi sesama
Sebanyak ratusan anak-anak PIA dari berbagai gereja se kevikepan DIY mengadakan acara paskahan anak bersama Uskup Agung Semarang Mgr.J.M.Pujosumarto pada hari minggu (22/5) bertempat di taman hijau kanisius Deresan. Rangkaian acara didahului dengan perayaan ekaristi secara konselebran. Dalam sapaan awalnya Mgr. Pujosumarto mengajak anak-anak untuk bersyukur di pagi ini tidak turun hujan. Dan matahari di pagi in tampak bersinar. Kita sebagai anak-anak terang juga harus menjadi matahari-matahari kecil bagi sesama kita. Setelah sapaan singkat tersebut beliau mengajak anak-anak yang mengikuti ekaristi untuk memakai ikat kepala kuning yang dibagikan, sebagai tanda bahwa kita telah diikat oleh kasih Kristus. Dalam homilinya Mgr. Pujo mengatakan bahwa jika kita pergi entah kemana apa yang sering diingat? Yang perlu diingat adalah Tuhan Yesus, karena dalam sabdaNYA Yesus mengatakan bahwa Akulah jalan kebenaran dan hidup. Lalu beliau melanjutkan lagi bertanya kenapa kok Uskup kalau pergi selalu membawa tongkat? Sedangkan anak-anak yang disini tadi kenapa pergi ke sini tidak membawa tongkat? Dengan jawaban guyon uskup mengatakan bahwa karena uskupnya sudah tua dan anak-anak yang disini masih muda. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan lambang apa yang tergambar di tongkat bapak Uskup? Lambang burung pelikan. Tergambar induk burung pelikan. Induk burung pelikan yang rela memberikan temboloknya untuk dimakan anak-anaknya. Seperti cerita aji saka yang dipaparkan oleh seorang anak dari PIA Pringwulung. Yang menanggapi tantangan bapak uskup siapa yang dapat menceritakan cerita aji saka. Seusai perayaan ekaristi lalu diadakan sesi tanya jawab perwakilan pia dari berbagai gereja dengan bapak uskup. Salah satunya ada yang bertanya apa cita-cita bapak uskup ketika kecil? Beliau mengatakan ingin menjadi tukang kebun. Karena dengan menjadi tukang kebun dapat merawat bunga-bunga yang tumbuh indah bermekaran. Bapak uskup juga sempat memakaikan mitra kepada salah satu anak. Acarapun berakhir pukul 12.00, dan rombongan PIA Kumetiran kembali ke gereja dengan menggunakan 1 bis. Anak-anak yang ikut acara kali ini berjumlah kurang lebih 35 anak.
-siGal-

1 comment:

meaning-finder said...

tambahan mas, dengan didampingi pembina pia nan cantik dan tampan seperti ayu, puput, ratri, melon, katrin, krisna, sisil, gita, wena, galih dan fredy hehehe

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti