ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Tuesday, June 21, 2011

Api Kasih

Api Kasih
Pada suatu hari sang kapak, gergaji, palu dan api sedang berjalan bersama. Namun, di tengah jalan mereka tiba-tiba berhenti. Sebuah bongkahan baja yang besar tampak tergeletak menghalangi jalan mereka, sehingga mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan. Melihat hal itu sang kapak pun maju dan dengan sekuat tenaga segera mengayunkan mata kapaknya ke arah baja tersebut dengan membabi buta. Tetapi setelah beberapa kali ditebas, justru kapak itu yang makin tumpul dan akhirnya mundur. Giliran gergaji mencoba. Beberapa kali berusaha memotong, gigi-gigi gergaji itu malah patah. Ia coba lagi dengan menekan sekuat tenaga tetapi sia-sia saja sang baja tidak berkurang secuil pun. Biar aku saja sahut sang Palu. Dengan sekuat tenaga ia ayunkan kepala palu ke baja tersebut. Sang Palu berusaha menghancurkan baja itu dengan luapan emosinya karena sang baja tidak mau bergeming sedikitpun. Tapi, ternyata karena terlalu kuatnya baja, justru palu itu yang terpental. Kini tiba giliran sang Api. Dengan tenang, sang api maju menghampiri bongkahan baja dan menyelimuti dan membelai seluruh bongkahan baja dengan nyala panasnya. Lambat laun, baja itu pun berhasil lumer dan meleleh sehingga sang kapak, gergaji, palu dan sang api dapat melanjutkan perjalanannya kembali, karena bongkahan baja telah dapat teratasi oleh hangatnya nyala api yang menyelimuti seluruh bongkahan baja.

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti