ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Saturday, June 25, 2011

Beratapkan bintang

botol air minumnya menggelinding turun menuruni tangga di depan toko itu. Kulihat anak kecil itu tiduran di tengah dinginnya malam. Ibunya jauh terlelap setelah seharian kerja, sementara anak itu masih belum terpejam matanya. Masih bermain dengan apa yang ia punya. Mainan tiup seperti peluit ditiupnya menambah suasana malam begitu ramai sembari lalu lalang kendaraan bermotor yang lewat. Ibu dan anak kecil itu berpindah tempat bermalam setelah tempat yang dulunya dipakai buat istirahat telah diubah menjadi hotel. Sekarang tempatnya berbaring begitu sempit. Atapnya hanya sebatas menampung dua orang yang berjajar. Hujan datang, pasti mereka basah kuyup. Mereka tidak bisa leluasa bergerak, mau bergerak kekiri terpentok pintu toko, mau bergerak ke kanan sudah anak tangga yang menanti. Di sebrang jalan sana berdiri hotel dengan berhiaskan lampu-lampu indah. Banyak orang yang terpesona melihat nyala lampu hotel itu, tetapi ibu dan anak itu tetap terpesona dengan bintang-bintang di langit yang menjadi atap rumah kecilnya.
-siGal-

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti