ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Wednesday, June 15, 2011

kisah anjing-anjing yg setia

Greyfriars Bobby

Greyfriars Bobby adalah anjing yang menjadi terkenal setelah tuannya
meninggal. John Gray meninggal pada 8 Februari 1858 di Edinburgh,
Skotlandia, tidak meninggalkan apa-apa kecuali seekor anjing kecil Skye
terrier bernama Bobby. Sehari setelah pemakaman, kurator melihat Bobby
berbaring di gundukan tanah segar. Dia segera mengusir anjing kecil itu,
tapi keesokan harinya ia kembali. Sekali lagi, kurator mengusirnya, tetapi
pada hari ketiga-meskipun dingin dan hujan-Bobby sudah kembali. Akhirnya,
kurator kasihan pada anjing miskin itu dan membiarkan dia tinggal. Akhirnya
ia kemudian dikenal sebagai Greyfriars Bobby, anjing penjaga yang setia di
mana majikannya dimakamkan.
Selama empat belas tahun, Bobby tetap setia menjaga dan mengawasi makam
pemiliknya, ia jarang meninggalkan makam tuannya kecuali untuk mengambil
makan siang tepat pada pukul satu.

Ketika ia meninggal, ia dimakamkan persis di gerbang di Greyfriars
Kirkyard. Di batu nisannya tertulis, "Greyfriars Bobby - meninggal 14
Januari 1872 - berusia 16 tahun - Biarlah kesetiaan dan pengabdian menjadi
pelajaran bagi kita semua."

Greyfriars Bobby telah pergi selamanya, tetapi dia tidak dilupakan. Tak
lama setelah kematiannya, sebuah patung dibangun untuk menghormatinya.
Kisah anjing ini muncul dalam versi fiksi yang diterbitkan dalam sebuah
buku berjudul Greyfriars Bobby oleh Eleanor Atkinson. Pada tahun 1961, buku
itu dibuat menjadi sebuah film berjudul Greyfriars Bobby: The True Story of
a Dog. Film lain yang dirilis pada tahun 2006 berjudul The Adventures of
Greyfriars Bobby dan dibintangi oleh Oliver Golding dan Christopher Lee.


Hachiko

Hachiko (juga dieja Hachik?) adalah anjing jantan jenis Akita yang dibawa
ke Tokyo oleh pemiliknya Hidesaburo Ueno. Ueno adalah seorang profesor di
Universitas Tokyo. Setiap pagi, Ueno mengajak Hachiko untuk ikut mengantar
dia naik kereta api dan sorenya anjing ini akan menunggu Ueno kembali di
dekat stasiun kereta api Shibuya. Ueno meninggal karena stroke pada bulan
Mei 1925, tetapi itu tidak menghentikan Hachiko untuk menantikan tuannya
pulang. Dia kembali ke stasiun kereta api terus-menerus selama kurang lebih
sebelas tahun, dengan sabar menunggu tuannya kembali.
Sekitar setahun setelah kematian Ueno, salah satu mantan siswa Ueno melihat
Hachiko menunggu seperti biasanya dan, setelah mengikuti Hachiko pulang, ia
belajar tentang anjing yang luar biasa ini. Siswa ini menulis dan
menerbitkan beberapa artikel tentang kesetiaan Hachiko yang menakjubkan
terhadap pemiliknya. Akhirnya, surat kabar nasional mengangkat kisah
tersebut dan Hachiko segera menjadi terkenal. Dia juga mendapat
julukan "Chu-ken Hachiko" atau "Hachiko anjing yang setia."

Pada tahun 1934, seorang seniman mendirikan patung Hachiko di Shibuya
Stasiun, dan Hachiko hadir untuk peresmian patung ini. Patung ini didaur
ulang selama Perang Dunia II, tetapi kemudian dibuat lagi oleh anak dari
seniman pembuat patung Hachiko yang pertama pada tahun 1948. Patung Hachiko
yang lain berdiri di kota kelahirannya di depan Stasiun Odate dan patung
ketiga telah didirikan di depan Museum Akita di Odate.

Hachiko akhirnya meninggal pada tahun 1935. Jenazahnya telah diawetkan dan
disimpan di National Science Museum di Ueno, Tokyo. Kisah hachiko diangkat
kembali ke layar lebar dengan dibintangi aktor Amerika Richard Gere.


Old Shep

Shep adalah border collie yang mengikuti tuannya tercinta ke mana-mana.
Ketika tuannya meninggal pada tahun 1936, Shep mengikuti peti mati tuannya
ke stasiun kereta api di Fort Benton, Montana. Ketika mereka menolaknya
untuk ikut dalam kereta, Shep menunggu di halaman stasiun dan menunggu
tuannya kembali. Selama enam tahun, Shep memeriksa setiap kereta yang tiba
di stasiun untukmengecek apakah tuannya telah kembali. Tragisnya, Shep
ditabrak oleh kereta api yang lewat pada tahun 1942. Ceritanya itu
diabadikan dalam sebuah buku berjudul Forever Faithful-the Story of Shep.
Untuk mengenang kesetiaan anjing ini, dibangunlah patung perunggu besar
untuk dirinya di sebuah taman kecil di dekat sebuah sungai. Di tugunya ada
prasasti kecil dengan tulisan "Forever Faithful".

Sumber: Pelitahati.co

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti