ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Saturday, June 18, 2011

Yang dinanti goreng, malah dapat burjo

Matahari mulai beranjak naik dengan perlahan-lahan, seiring dengan langkah kaki seorang penjual gorengan yang menjajakan jualannya. Ada tahu, mendoang, bakwan, gedang goreng, cemplon, tempe benguk, tempe koro, gembus dan tape goreng. Rasanya pagi yang dingin bersama segelas teh panas atau kopi panas sambil makan gorengan sangat pas sekali. Tak seperti biasanya penjual itu belum lewat depan rumah. Apa mungkin dia tidak jualan? Pikirnya dalam hati. Tapi tidak apalah coba ditunggu beberapa saat lagi. Toh sambil menunggu, juga sambil baca koran. Matahari telah beranjak naik dan semakin terik, akhirnya ia menyerah. Lalu datang penjual burjo lewat, dengan spontan ia lalu bilang, "bang, burjonya satu ya, gak pake ketan item."

Terkadang hidup ini, tidak bisa kita duga. Kita sudah merencanakan, kita sudah bersiap-siap untuk mengharap sesuatu datang dengan segera. Tetapi tidak segera datang-datang juga. Tapi ditengah kita menunggu, Tuhan selalu mengirimkan hal lain yang mungkin jauh dari yang kita pikirkan. Apa yang kita inginkan dalam doa, jika itu belum menjadi kehendak Tuhan ya apa boleh buat, karena kita hanyalah manusia ciptaanNya.
Tuhan akan memberikan hal lain yang tentunya akan jauh lebih berguna bagi kita saat ini.
-siGal

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti