ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Sunday, July 3, 2011

Senja itu

Senja hari, di sudut rumahMu.
Kupandangkan mataku menghadap di tahta suciMu.

Ku tertegun pada sebuah tangan yang membentang.
TanganMu yang terlentang tercurah kasih yang tak kan pernah berkurang.

Ku pandangkan mataku pada sebuah mahkota. Mahkota tanpa berhiaskan emas permata.
Hanya sebuah duri-duri tajam yang menancap di kepala.

Ku alihkan pandangan mataku di lambungNya yang luka parah.
Darah dan air yang tercurah.
Memberi rahmat yang senantiasa melimpah.

Kaki dan tangan yang terpaku.
Membuat aku diam terpaku.
Merasakan hinanya diriku.
Mengakui segala dosa dan kelemahanku.

Dan akupun tak sanggup memandang wajahNya.
Hanya tertunduk diam terpaku di hadiratNya.
-siGal-

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti