ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Thursday, August 4, 2011

Belajar dari Oseola McCarty

Oseola McCarty, tukang cuci bersedekah Rp 1,2 milyar untuk beasiswa.

Pada tahun 1995, ketika berusia 87 tahun dan menderita arthritis, Oseola Mc Carty yang sehari-harinya hidup sebagai tukang cuci dan seterika menyumbangkan $ 150,000 ke University of Southern Missisipi untuk beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu. "Saya ingin membantu anak seseorang agar bisa kuliah": kata Oseola McCarty:" Saya ingin uang ini dipakai oleh orang yang memerlukannya dan mau belajar. Saya sudah tua dan tidak akan hidup selamanya".

Oseola McCarty lahir pada tahun 1908 di Wayne County, Missisipi, Amerika yang kemudian pindah ke Hattiesberg ketika Oseola masih sangat kecil. Dia hanya bersekolah hingga kelas 6. Sejak itu dia bekerja sebagai tukang cuci dan seterika. Hidup hemat dan menyimpan sisa uangnya. Setelah cukup banyak dia akan pergi ke First Missisipi National Bank dan menabung uangnya disana.

Dengan berjalannya waktu, tabungan milik Oseola McCarty juga berkembang. Dia tidak pernah mengambil tabungannya. Oseola McCarty tidak pernah berkeluarga. Ketika neneknya meninggal dia tabung warisan yang diterimanya. Begitu pula ketika ibunya meninggal, warisan yang dia terima dia tambahkan ke tabungannya. Bapaknya mewariskan rumah yang dia tempati.

Ketika kesehatannya mulai menurun, pihak bank membantunya mengelola keuangannya. Seorang pengacara dimana dia biasa mencucikan pakaiannya membantu Oseola membuat surat wasiat. Dalam wasiatnya dia ingin agar 60% uangnya dia berikan ke University Southern Missisipi untuk beasiswa bagi anak tidak mampu. "Dulu University of Southern Missisipi tidak menerima mahasiswa kulit berwarna. Namun sekarang mereka mau menerima, karena itu perlu dibantu", kata miss Oseola McCarty. Pada tahun 1999, diusianya yang ke 91, Oseola McCarty meninggal karena kanker. Meskipun demikian, namanya tetap dikenang sebagai seorang dermawan.

Sebuah perjalanan hidup dari seorang yang hanya lulusan Sekolah Dasar, tetapi mampu menyumbang bea siswa bagi mahasiswa yang ingin kuliah. Setia dalam perkara yang kecil tanpa disadari dapat membuat suatu hal yang besar, yang mungkin kita sendiri tak membayangkannya.
Pekerjaan apapun itu jika kita melakukan dengan sepenuh hati, dan kita lakukan sebagai perwujudan syukur kepada Tuhan tentu akan menyenangkan.

Belajar dari seorang nenek, yang dengan setia menabung dari hasil kerja keras sebagai pencuci pakaian. Sejak dari muda sampai usiatua, beliau tetap setia menjalani profesi ini tanpa mengeluh dan menyerah. Dan diakhir hidupnya beliau mampu menyumbang 1,2 milyar dari hasil kerjanya sebagai tukang cuci dan setrika.
Sejak peristiwa itu banyak orang kaya dan mampu terketuk hatinya. Dan mulai ikut peduli dengan pendidikan orang-orang yang tak mampu. Dari pekerjaan tukang cuci yang mampu mengetuk dan mengubah hati orang-orang yang ada di dunia ini.

Lalu bagaimana dengan diri kita?
-siGal-

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti