ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Tuesday, October 25, 2011

Belajar dari Keset

Keset Pictures, Images and Photos

Hampir setiap rumah selalu ada keset. Biasanya keset selalu di letakan di depan pintu rumah, pintu kamar entah kamar tidur ataupun kamar mandi. Setelah mencuci kaki, biasanya alas kaki yang basah biasanya menginjak-injakan keset agar sewaktu jalan, kaki tidak licin, atau kaki tak meninggalkan jejak di lantai. Jika habis berpergian jauh, mau masuk rumah tak lupa telapak kaki dibersihkan lewat apa yang disebut keset.

Keset yang selalu diinjak-injak. Keset tempat untuk membersihkan alas kaki yang kotor. Keset tempat untuk mengeringkan alas kaki yang basah. Keset yang selalu di letakan di bawah. Keset sebagai garda depan di tiap pintu rumah. Jika tampak kotor sekali baru keset dicuci, atau jika keset rusak tinggal beli yang baru, dan nasib keset yang lama menunggu nasib di buang ke tempat sampah atau dibakar.

Memperhatikan siklus keset, sungguh terasa menyakitkan. Walaupun sekarang bentuk keset dibuat lucu dengan bentuk yang menarik namun tetap fungsinya sama. Melihat keset yang ada di depan rumah aku jadi belajar tentang apa yang namanya kerendahan diri. Keset tak pernah pandang bulu, tak pernah milih-milih siapa yang mau datang dan menginjakan kaki di keset. Setiap apa yang diberikan oleh orang yang datang entah itu kotoran, debu, air selalu diterima dengan lapang dada. Baru setelah keset terasa penuh sesak oleh kotoran, debu dan air lalu oleh sang pemilik rumah biasanya di jemur di bawah terik mentari untuk menghilangkan air, dikibas-kibaskan untuk menghilangkan kotoran atau dicuci hingga bersih.

Selalu menyimpan setiap perkara dalam hati, selalu mendengarkan apa yang dikeluh kesahkan orang yang selalu datang tanpa pernah mengeluh. Walaupun nasib sering dicampakan jika orang sudah menemukan yang baru, keset tetap menerimanya dengan lapang dada.
Keset tetaplah keset, walaupun engkau sering dicampakan, namun aku yakin ada bagian kecil dari diri orang yang pernah tertinggal dalam dirimu.
Terima kasih atas pelajaran siang ini, aku belajar tentang arti kerendahan hati dan arti selalu menerima dengan lapang hati tanpa pernah mengeluh, walaupun terkadang terasa menyakitkan.
Photobucket

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti