ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Tuesday, December 6, 2011

Doa itu seperti orang lagi mengetuk pintu

wooden door

Jika kita akan bertamu ke rumah orang, ada yang tinggal pencet bel rumah, ada yang membunyikan lonceng di depan pintu, ada yang ketok-ketok garasi dan ada yang ketuk-ketuk pintu. Semuanya tergantung dengan apa yang ada dan yang disediakan di depan pintu. "tok...tok...tok," suara pintu kayu di ketuk dari luar. Di tunggu sebentar berharap ada orang yang akan membukakan pintu. Lama tak muncul, diketok lagi lah pintu itu. Kali ini dengan ketokan yang agak keras, sambil bersuara. "Permisi adakah orang di dalam?" Sambil menunggu jawaban dari dalam, biasanya orang yang mau bertamu, lihat-lihat sekitarnya. Mungkin ada pintu lain, atau jendela yang dapat melongok ke dalam. Tak ada jawaban baru yang terakhir mengetuk sekali lagi dengan keras, sambil bersuara agak keras. Biasanya tak lama sesudah itu jika tak terdengar, baru orang yang bertamu melenggang pergi. Pergi dengan kecewa, jika urusannya itu sangat penting. Pergi karena sudah jauh-jauh datang tetapi tidak ada orang.

Ada kalanya kita seperti orang yang mengetuk-ngetuk pintu. Ketika kita berdoa kita seperti mengetuk pintu rumahNya, berharap Dia segera memberi jawaban. Ketukan pertama belum di dengar, masih mampu bersabar. Menunggu dengan sabar dan berharap segera mendapat jawaban. Lama tak terdengar jawaban, diketuk lah lagi, kali ini dengan doa yang agak kenceng dan keras. Masih mampu sabar, namun sudah mulai gelisah, tegok sana-sini. Dicobanya lagi, mengetuk namun biasanya sudah disertai dengan kegalauan. Doa yang sudah mulai hilang kepercayaan, karena Dia belum menjawab segala doa yang dipanjatkan.
Akhirnya banyak yang dari kita meninggalkan rumahNya karena lelah mengetuk pintuNya. Mulai jarang berdoa, hingga akhirnya sering marah-marah kepada Dia. Dan pada akhirnya pergi jauh meninggalkanNya.

Pernahkah kita lelah mengetuk pintu rumahNya? Disaat Dia, mau membukakan pintuNya, namun kita telah pergi menjauh dan meninggalkanNya. Setia dalam pengorbanan, tabah dalam setiap cobaan, cara Tuhan menempa diri kita. Ingatlah selalu bahwa Dia tak kan memberi ular berbisa pada orang yang sedang minta roti. Jika doamu sampai saat ini belum mendapat jawaban, Dia tahu yang terbaik bagi diri kita itulah yang akan diberi olehNya.
Photobucket

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti