ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Tuesday, December 20, 2011

Mereka tak seberuntung kita

Melihat keceriaan anak-anak, melihat tawa canda mereka, sungguh merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri. Dulu sebuah keadaan yang tak memihak mereka. Karena keterbatasan kemampuan ekonomi orang tua, mereka terpaksa hidup di jalanan demi membantu ekonomi keluarga.

Tak ada yang menyangka anak seusia dia memiliki sebuah bakat tersendiri. Dia mampu menebak warna bendera dengan mata tertutup. Tak hanya itu dia, mampu membaca buku cerita juga dengan mata tertutup. Mungkin orang akan berkata, ah mungkin orang tuanya yang mengikutikan kursus melatih otak tengah. Mengingat sekarang banyak tempat kursus yang melatih otak tengah. Itu sih kalau orang kaya, dan orang mampu. Namun tidak bagi anak itu. Dia tak seberuntung anak-anak orang kaya. Yang dikursuskan atau dileskan agar memiliki kemampuan tersebut. Dia tak seberuntung kita, yang selalu mendapat kasih sayang dari orang tua. Anak kecil itu bernama Ghersa, dia tinggal di yayasan Aulia rumah perlindungan anak.

Lain dengan gadis cantik bernama Phbby juga memiliki kemampuan menebak angka. Di usianya yang masih kecil, ia mampu seperti Joe Sandy. Sungguh sebuah mutiara yang tersimpan. Mereka berdua hanya salah satu dari puluhan anak-anak yang berbakat yang berada di yayasan rumah perlindungan anak Aulia. Anak-anak yang tak seberuntung seperti kita.

Di rumah perlindungan anak ini, mereka ada yang dititipkan oleh orang tuanya, karena alasan ekonomi. Mereka ada yang dijumpai di jalanan karena ditelantarkan oleh orang tuanya. Ada juga yang dijumpai lagi mengamen. Di rumah perlindungan anak ini, mereka mendapat kasih sayang dari para pengasuh, mereka di sekolahkan, dan mereka dapat bermain, belajar bersama anak-anak penghuni yayasan. Mereka sekarang dapat hidup layak seperti anak-anak yang lainnya.

Jika saat ini kita masih suka mengeluh, belum kecukupan ini, itu. Ingatlah masih banyak anak-anak kecil di luar sana yang tak seberuntung dengan kita.

Untuk itulah kenapa Tuhan menciptakan kamu. Dia menciptakan kamu untuk membantu sesama yang kurang beruntung seperti mereka.
Photobucket

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti