ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Thursday, December 8, 2011

Sejuk dan nyamannya dirimu

Tree gif

Teriknya mentari di siang ini membuat orang mengeluh.
Hujan yang turun seharian di awal bulan membuat orang mengeluh juga.
Dinginnya malam hari membuat orang mengeluh.
Gerahnya cuaca membuat orang mengeluh sambil kipas-kipas.
Kencangnya angin membuat orang takut dan akhirnya mengeluh.
Namun ketika suasana adhem ayem, sejuk, teduh, angin bertiup sepoi-sepoi, rasanya jarang ada orang yang mengeluh tentang kondisi cuaca.

Jika diri kita ibarat keadaan cuaca, jangan-jangan kehadiran kita membuat orang jadi mengeluh. "Wah, itu si A datang."
"Yuk pergi aja, itu si B datang, daripada dia bikin ribut mendingan kita yang pergi."
"Tuhkan bener, kedatangan si C membuat suasana jadi panas."

Jika selama ini diri kita sering membuat orang mengeluh, membuat orang merasa tak betah berlama-lama dekat kita, membuat orang merasa kurang nyaman, hingga akhirnya mereka mengeluh. Mengeluhkan tentang diri kita. Apakah selama ini, kehadiran kita membuat orang mengeluh? Kita dikeluhkan karena kita berani berbuat baik dan benar tentuh hal yang baik adanya. Tetapi jika kita dikeluhkan karena perbuatan, perkataan kita yang sering menyakiti orang-orang sekitar, tentu kita patut mawas diri.

Menyadari diri sendiri tentu lebih baik, daripada ditunjuk hidungnya secara langsung. Namun yang lebih parah, jika dia tak sadar diri dan tak ada yang berani mengingatkan. Hanya berharap semoga dia cepet pergi, dan dipindahkan tugaskan atau mendapat pekerjaan ke luar daerah.

Alangkah indahnya menjadi pohon yang rindang, di mana orang bisa berteduh, di mana orang bisa bersantai sambil minum segelas kopi, di mana anak-anak kecil bisa bermain sesukanya di bawah sejuknya pohon yang rindang. Dan terdengarlah ungkapan, "wah sungguh sejuk hari dan alangkah indahnya hidup ini."
Photobucket

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti