ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Saturday, January 21, 2012

kisah serbet dan gombal

serbet motif kotak+garis pink Pictures, Images and Photos

Suatu hari terjadi perbincangan yang seru antara serbet dan lap/gombal. "Hey gombal kasihan bener ya hidupmu, terus diinjak-injak oleh kaki manusia, badanmu digunakan untuk membersihkan kotoran yang ada dilantai. Digunakan sebagai pel, terkadang digunakan sebagai keset. Tuh, liat sampai badanmu bau dan penuh dengan kotoran. Orang saja sampai tutup hidung jika memegangmu. Terkadang jika majikanmu rajin, tak jarang kamu dicuci. Namun tetap saja walaupun kamu dicuci bersih kamu tetap saja kotor, "kata serbet kepada gombal. Si gombal hanya terdiam mendengar ocehan serbet.

Maklumlah serbet selalu di tempatkan pada hal-hal yang bersìh. Di tempatkan di sekitar meja makan. Di tempatkan untuk membersihkan sisa makanan di mulut. Digunakan untuk membersihkan dan mengeringkan air yang masih tersisa di gelas atau di piring. Kotor sedikit saja, pasti sudah dicuci. Itulah yang menyebabkan serbet menjadi tinggi hati. Dan dengan semena-mena mengina temannya si gombal.

Waktupun berlalu...lambat laun badan serbetpun mulai kusut. Kainnya sudah nampak lusuh dan sudah tak layak lagi berada di meja makan. Tak layak lagi berada di atas tempat piring dan gelas. Sang majikanpun akhirnya tak mengunakannya lagi. Ia teronggok tak terpakai, hingga akhirnya ia pun digunakan untuk membersihkan barang-barang yang sangat kotor sekali. Kini badan serbet mulai sangat kotor dan hampir sama dengan gombal. Gombalpun datang menghampiri serbet dan berkata, "hey serbet, kini kamu tahu, kenapa waktu kamu hina aku dulu, aku hanya diam saja. Dulu sewaktu kamu belum datang ke tempat ini, aku juga sama sepertimu. Namun tak selamanya apa yang kita punya dan miliki itu abadi. Segala sesuatu itu akan ada masanya. Apa yang kita punya, apa yang kita milik tak seharusnya menjadikan diri menjadi sombong dan angkuh. Walaupun wujud kita sekarang ini sudah tak menarik lagi, namun tetaplah bersyukur karena kita masih dapat membantu manusia."

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti