ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Thursday, April 12, 2012

siap-siap Ronda malam


Dalam beberapa bulan terakhir ini di kampungku marak dengan yang namanya pencurian. Berturut-turut warga kampung ada yang rumahnya kemalingan tas berisi uang jutaan di dompet. Lalu penjual gudeg yang biasa jualan di pagi buta, kehilangan satu panci berisi telur beserta krecek. Biasanya penjual gudeg ini memang terbiasa meninggalkan gerobak gudegnya untuk mengambil makanan lainnya di rumah. Namun apes hari itu, setelah ditinggal sebentar saja satu panci besar gudeg telur hilang. Entah berapa jumlah telur yang ada didalamnya. Yang tersisa hanya nasi beserta gudeg bersama gerobaknya.

Setelah itu ada warga yang kehilangan laptop. Pencurinya mencongkel jendela. Sempat ada tetangga samping rumah yang sekitar pukul duaan pagi melihat, namun karena malam takut apakah yang dilihat itu orang atau hantu. Makanya diam saja dan tak mengira bahwa ternyata yang dilihat benar-benar pencuri. Setelah itu ada warga penjual arang yang kehilangan empat karung besar arang. Ada juga penjual di pasar yang kehilangan bandul timbangan.

Semakin seringnya warga yang kehilangan, membuat jengkel warga kampung beserta pengurus di tingkat kampung. Maka untuk berjaga dan menangkap para pencuri yang aktif berkeliaran di kampung, kebijakan dari tiap RT mulai lagi digalakan ronda malam/siskamling. Jadwal ronda dimulai dari pukul 23.00-03.00 pagi. Bagi bapak-bapak dan orang muda diwajibkan untuk jaga ronda sesuai dengan jadwal yang disusun.

Dikala kebutuhan hidup yang mahal dan tak tersedianya penghasilan yang cukup, banyak orang yang mengunakan cara pintas dengan mencuri. Dari uang, empat karung arang bahkan sampai satu panci berisi telur gudegpun dicuri. Sungguh sampai segitunya pencuri itu. Namun dari cerita yang beredar di kampung, pencuri itu pasti menyesal waktu mengambil tas yang berisi uang. Ternyata di dalam tas itu juga terdapat emas yang harganya lebih dari lima juta. Pencuri hanya mengambil uang yang ada didompet lalu membuang tasnya di sungai. Beruntunglah tasnya diketemukan oleh orang. Dan perhiasannya dapat kembali lagi.

Yang membuat heran itu orang yang tega mencuri satu panci berisi telur. Kenapa kok tidak sekalian nasinya, apa mungkin hanya butuh telurnya saja? Untuk dijual atau dimakan sendiri motifnya masih tanda tanya dan membuat tertawa. Pencurian empat buah karung berisi arang ini yang barusan terjadi. Seorang pedagang arang kehilangan 4 karung arang. Duh ini komplotan pencuri memang, apa yang dilihat langsung disikat kali. Tak peduli panci telur gudeg hingga arang pun ikut dicuri. Semoga dengan diadakannya ronda malam, keadaan kampungku menjadi aman lagi. Dan semoga ronda malam yang mulai diadakan hari Sabtu esok dapat membuahkan hasil. Dapat menangkap pencuri basah-basah. Semoga!!!

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti