ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Monday, July 8, 2013

Bercerita sambil Bermain (Cerita Yesus Mengutus 70 Murid)



Yesus  Mengutus 70 murid pergi berdua-dua
Bacaan Injil Lukas 10:1-12.17-20

Metode penyampaiaan bacaan injil dengan melibatkan semua anak yang ikut sekolah minggu.
Kakak pendamping bersama dengan anak-anak akan memerankan drama bersama, tanpa latihan.

Cara bercerita :
Ada salah satu sutradara bisa diperankan oleh salah satu dari kakak pembina.
Sebelum memulai drama anak-anak bersama kakak-kakak pendamping berdiri sambil mendengarkan sang sutradara :

Sutradara : sekali peristiwa, Tuhan Menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka pergi berdua-dua untuk mendahuluinya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungunya.
(ayo adik-adik kita cari pasangan berdua-dua.............. setelah semua berpasangan dua-dua dapat diselingi dengan lagu : “i want to be with you”)

Sutradara : pergilah, camkanlah. Aku mengutus kamu seperti anak domaba ke tengah-tengah serigala. Jangan membawa pundi-pundi atau bekal dan jangan memberi salam selama dalam perjalanan.
(adik-adik diarahkan untuk pergi/pindah tempat dengan berjalan tanpa suara....dan tak boleh membawa apa-apa)

Sutradara : kini kita akan masuk ke suatu rumah, jika kita memasuki suatu rumah, katakanlah “ Damai sejahtera bagi rumah ini”  
(adik-adik disuruh menirukan : Damai Sejahtera bagi rumah ini...”)
(sutradara dapat mengarahkan lagi dengan instruksi...ayo kita pindah lagi ke kota lain dan mari masuk ke rumah orang lagi sambil berkata : Damai sejahtera bagi rumah ini.... bisa lebih dari tiga tempat....*anak-anak akan senang sekali dengan berpindah-pindah tempat....

Sutradara : ayo kita berjalan lagi, ingat kita pergi berdua-dua yaaa...
                  “tetapi jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima disitu, pergilah ke jalan raya kota itu dan serukanlah : “ juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu!!!”
(sambil membalikan badan dan maju beberapa langkah anak-anak mengucapakan : “ juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu!!!”

Sutradara : sesudah menyelesaikan perutusannya ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira  dan berkata, “Tuhan, setan-setanpun takluk  kepada kami demi namaMu”  
(anak-anak kembali kedalam lingkaran/ke tempat semula sambil berkata : “Tuhan, setan-setanpun takluk  kepada kami demi namaMu” lalu dilanjutkan dengan bernyanyi : “ Dalam nama Yesus”

Drama ditutup dengan  pesan : “adik-adik kita semua telah diberi kuasa oleh Tuhan Yesus untuk menginjak-injak  ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan musuh, sehingga tidak ada yang membahayakan kita. Namun demikian janganlah bersuka cita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetap bersukacitalah, karena nama kita semua telah terdaftar di surga.

selamat bercerita sambil bermain kakak....

No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti