ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Friday, October 10, 2014

Bahan Kreativitas Sekolah Minggu 9 November 2014 PIA Kumetiran

Tema : Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
Bacaan : Yohanes 2:13-22
Ayat emas :  "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."



Adik-adik kakak mau tanya, kalau kita belajar di kelas waktu  guru menerangkan suatu pelajaran. Adik-adik lebih suka suasana yang tenang atau yang suasana ramai? Pasti pelajaran akan mudah kita terima jika kita tidak ramai sendiri dengan temannya, dan kalau bapak ibu guru sedang mengajar dan kita ramai sendiri pasti kita akan diperingatkan oleh bapak ibu guru kita agar kita tidak ramai. Karena jika kita ngobrol sendiri dengan teman kita waktu pelajaran sedang berlangsung, tentu juga akan menggangu teman disekitar kita yang hendak belajar. Selain itu kalau kita ngobrol sendiri, pasti kita tidak tau apa yang sedang  diajarkan.

Bacaaan hari ini, juga mengisahkan tentang Tuhan Yesus yang marah saat melihat Bait Suci digunakan untuk berjualan. Bait Suci digunakan sebagai pasar. Adik-adik pasti pernah kan ikut masuk ke pasar bersama ibu kita? Suasan pasar yang ramai, penuh lalu lalang orang, penuh dengan tawar menawar harga, sehingga suasana didalam pasar sangat ramai. Padahal Bait Suci itu digunakan untuk orang berdoa kepada Tuhan… bukannya untuk berjualan. Tentu melihat keadaan itu Tuhan Yesus menjadi marah.

Hayo adik-adik siapa disini yang kalau di gereja waktu mengikuti perayaan ekaristi, ngobrol sendiri? Ramai sendiri, lari kesana kemari? Adik-adik kalau kita ramai sendiri, tidak mendengarkan sabda Tuhan yang sedang dibacakan, tidak mendengarkan homili romo, tidak berdoa secara sungguh-sungguh, malah lari kesana kemari, itu sama saja mengganggu orang-orang yang ada disekitar kita. Kita saja ingin suasana tenang waktu belajar di kelas, maka saat kita mengikuti undangan Tuhan dalam ekaristi kita juga harus menciptakan suasana tenang.  Tidak malah menjadikan suasan di dalam gereja ramai seperti pasar.

Maka itu adik-adik  pesan kakak, saat kita memenuhi undangan Tuhan untuk mengikuti perayaan ekaristi, kita jangan ramai sendiri ya….kita dengarkan sabda Tuhan yang hendak berbicara kepada kita lewat bacaan yang dibacakan. Lalu berdoalah dengan sungguh-sungguh, karena Tuhan Yesus sungguh hadir bersama kita waktu ekaristi.

Perlu dipahami buat kakak-kakak pendamping tentang sejarah Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
Hari ini kita merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Basilik agung ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, pada tahun 324. Dalam konteks sejarah Gereja Kristen, basilik ini merupakan basilik agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam Gereja setelah tiga-abad lebih berada di dalam kancah penghambatan dan penganiayaan kaisar-kaisar Romawi yang kafir. Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian itu.
Memang semenjak zaman para rasul, sudah ada tempat-tempat berkumpul untuk merayakan Ekaristi serta mendengarkan Firman Tuhan. Namun karena ketenteraman Gereja selalu diselingi dengan aksi-aksi pengejaran dan penganiayaam terhadap orang Kristen, maka gereja-gereja pada waktu itu hanyalah berupa sebuah ruangan di dalam rumah-rumah tinggal orang Kristen. Selama berkobarnya penganiayaan, upacara-upacara keagamaan biasanya dirayakan di katekombe-katekombe, yaitu kuburan bawah tanah di luar kota.
Ketika Kaisar Konstantinus bertobat dan mengumumkan edik Milano Dada tahun 303, ia memusatkan perhatiannya pada pembangunan gereja-gereja yang indah. Ibunya Santa Helena menjadi salah seorang pendorong dan pembantu dalam usaha mendirikan gereja-gereja itu. Gereja pertama yang dibangun ialah Basilik Agung Penebus Mahakudus di Lateran. Letaknya di atas bukit Goelius dan tergabung dengan istana kekaisaran, Lateran. Gereja ini diberkati dengan suatu upacara agung dan meriah oleh Sri Paus Silvester I (314-335) pada tahun 324. Karena basilik itu merupakan gereja katedral untuk Uskup Roma yang sekaligus menjabat sebagai Paus, maka basilik itu pun disebut 'induk semua gereja', baik di Roma maupun di seluruh dunia. Karena itu juga basilik Lateran merupakan gereja paroki bagi seluruh umat Katolik sedunia. Basilik itu sekarang disebut Gereja Santo Yohanes Lateran.
Mula-mula pesta ini hanya dirayakan di Roma, namun lama kelamaan menjadi pesta bagi seluruh gereja. Dalam pesta ini, selain kita mengenang dan memperingati kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja, kita juga mau mengungkapkan cinta kasih dan kesatuan kita dengan Uskup Roma, yang sekaligus menjabat sebagai Paus, pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus.
Gereja, tempat kita berkumpul merupakan tanda dan lambang Gereja, Umat Allah. Gereja yang sebenarnya tidak dibangun dari kayu dan batu yang mati, melainkan dari batu yang hidup. Kitalah batu hidup yang membentuk rumah Allah itu, kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci. Apakah kita dalam hidup sehari-hari ikut membangun Gereja yang hidup itu? (sumber http://www.imankatolik.or.id)

1 comment:

Unknown said...
This comment has been removed by a blog administrator.

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti