ku berjuang sampai akhirnya Kau dapati aku tetap setia

Wednesday, March 2, 2016

Pertemuan APP anak III "Tulus Menolong Sesama" 6 Maret 2016 PIA St.Theresia Kanak-kanak Yesus Kumetiran

Pertemuan Ketiga
“Tulus menolong Sesama”
(Lukas 10:25-37)
Tujuan :
Membiasakan anak-anak menolong dengan tulus.

Refleksi buat para pendamping :
- sudahkan saya dengan sepenuh hati melayani anak-anak?

I. PEMBUKA
A. Lagu Pembuka : Akulah Dian


B.Pengantar :
- Mengingatkan kembali pertemuan yang pertama dan yang kedua
- Menyebutkan tema pertemuan yang ketiga

C. Doa Pembuka :
(diawali dan dikahiri dengan tanda salib)
Contoh Doa Spontan:
Bapa Yang mahabaik, terima kasih atas berkatMu, karena pada hari ini Kau kumpulkan kami kembali untuk mendengarkan firman-Mu. Hari ini Tuhan, kami ingin belajar untuk menolong dengan tulus, seperti kasih-Mu kepada kami anak-anakMu. Berkati kami ya Tuhan. Amin

II. PENDALAMAN IMAN
A. Pengantar masuk ketema pertemua bisa lewat :
1. Lewat aktivitas Membagikan Permen/bisa diganti dengan barang yang kira-kira anak suka.
Sebelumnya kakak pendamping membawa satu plastik permen sejumlah anak-anak yang  ikut sekolah minggu. “Hari ini karena adik-adik tepat waktu dalam mengikuti sekolah minggu, kakak akan memberika hadiah. Silahkan diambil hadiahnya ya...jangan berebut.
(jumlah permen sesuai dengan jumlah adik-adik yang datang, jika anak yang mengambil permen ada yang lebih dari satu maka akan ada anak yang tidak dapat. Pertanyaan kepada anak “Siapa yang dengan kerelaan hati mau membagikan permen yang mereka miliki untuk teman kita yang belum mendapatkan permen?
nah lewat permen inilah kita akan mengajak anak untuk masuk kedalam bacaan tentang Orang Samaria yang murah hati).

2. lewat lagu : Aku Bangga Jadi Anak Katolik, Kami anak-anak misioner, Aku Anak Katolik




B. Pembacaan Sabda Tuhan
Lukas 10:25-37
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
Demikianlah Injil Tuhan

C. Refleksi
Mengajukan Pertanyaan kepada anak-anak yang memancing anak-anak untuk bercerita :
Sharing pengalaman anak di rumah, di sekolah, di lingkungan, di gereja
Contoh Pertanyaan :
Siapa yang di kelas pernah memberikan pinjaman alat tulis kepada temannya?
Pernahkah adik-adik merasa kecewa, marah saat alat tulis yang sudah kita pinjamkan dikembalikan dalam keadaan habis, hilang tutupnya, atau malah sering tidak dikembalikan?
Dari kisah Orang Samaria tadi kita belajar tentang apa saja?

D. Kreativitas :
Membuat dan merangkai buku cerita Orang Samaria yang murah hati
Alat dan bahan :
- Kertas HVS, Manila/karton yang dipotong memanjang
- Lem
- potongan gambar kisah orang Samaria yang murah hati

Cara beraktivitas :
Bagikan setiap anak 4 lembar potongan kertas memanjang (tempat untuk menempel potongan gambar)
Bagikan juga satu set gambar kisah Orang Samaria Yang Murah hati.
Adik-adik mulai menyusun urutan gambar kisah Orang Samaria yang murah hati sampai selesai.
Jangan ditempel dulu sebelum adik-adik yakin tentang urutan gambarnya.
Adik-adik yang sudah bisa membaca boleh membuka kembali kitab suci, untuk mencocokan gambar dengan kisah yang ada di dalam kitab suci.
Untuk adik-adik yang belum bisa membaca, usia PIUD, kakak-kakak pendamping bisa bercerita dengan menggunakan gambar yang besar, sambil adik-adik melihat potongan gambar mana yang dibawa oleh kakak waktu bercerita, lalu potongan gambar itu satu persatu ditempelkan.
Jadilah kreativitas buku cerita Orang Samaria Yang Murah Hati yang bisa digunakan oleh adik-adik untuk bercerita kepada orang tua serta teman-temannya.






E. Peneguhan
Menolong dengan tulus tak harus dilakukan dengan hal besar,tetapi bisa dilakukan dengan hal yang sederhana.
Misalnya memberi pinjaman alat tulis kepada teman di kelas.


F. Dana APP

G. Aksi



III. PENUTUP
Doa Penutup
Silahkah dikreasi sendiri oleh kakak-kakak pendamping

B. Lagu
Aku Bangga Jadi Anak Katolik (lihar halaman depan)




No comments:

Total Pageviews

Persembahan Hati

Mentega dengan Roti